Showing posts with label wusul. Show all posts
Showing posts with label wusul. Show all posts

Monday, June 10, 2019

SEBAIK-BAIK UZLAH ADALAH DITENGAH TENGAH KERAMAIAN, BUKAN DALAM KESENDIRIAN (Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra.)



SEBAIK-BAIK UZLAH ADALAH DITENGAH TENGAH KERAMAIAN, BUKAN DALAM KESENDIRIAN
(Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra.)

Uzlah adalah keluar dari pergaulan makhluk dan kemudian mengasingkan diri dan memutuskan hubungan. Adapun hakikat memutuskan hubungan disini adalah memutuskan hubungan dari makhluk dan kemudian menyambungkan diri kepada yang Maha Pencipta, dengan menggunakan hati dan menuju kepada-Nya.

Oleh karena itu, perjalanan ini bukan lah perjalanan kaki menuju goa-goa , sebagaimana yg dilakukan nabi Muhammad saw, pada masa jahiliyyah ; dan juga bukan sebagaimana yang dilakukan oleh para ashhabul kahfi.

Sebagaimana Rasulullah saw menyatakan :
“ Orang mukmin yang bergaul diantara manusia dan dia bersabar terhadap tindakan bahaya mereka, itu lebih baik disisi Allah daripada orang yg bergaul diantara manusia dan dia tidak bersabar terhadap tindakan bahaya mereka.”

Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul Arifin ra, berkata :
“ Sebaik-baik mengasingkan diri adalah di tengah-tengah keramaian manusia, bukan dalam kesendirian.Bagaikan ikan di air asin ditengah Samudra, walau sekelilingnya asin, namun sedikitpun ia tidak keasinan karenanya.”

Rasulullah saw bersabda :
Tiada kebaikan bagi siapa yang meninggalkan urusan dunianya untuk akhiratnya; dan tidak ada kebaikan bagi siapa yang meninggalkan akhiratnya hanya untuk dunianya, sehingga mengenai keduanya secara Bersama-sama”.

Hakikat Uzlah itu adalah meninggalkan seluruh sifat yang tercela. Oleh karena itu, dikatakan kepada seorang a’rif bahwa dia adalah orang yang ada dan jelas. Ada maksudnya adalah ada Bersama makhluk, jelas berada Bersama mereka, namun jauh dari mereka secara atau melalui rahasiahnya (sirr)

.

Abu Ali Ad-Daqqaq ra. Berkata:
“Aku memakai pakaian sebagaimana orang lain memakainya, makan makanan seperti seperti yang mereka makan. Namun aku menyendiri dari mereka dalam rahasia .”

Syekh Abdul Wahhab as-Sya’rani ra. Berkata :
“ Beradalah kamu di dunia dengan badan mu dan di akhirat dengan hatimu.”

Abu Usman al-Maghribi ra. Berkata:
“ Adalah Wajar bagi seorang yang ber Uzlah dari kesertaan Bersama sesamanya, supaya terbebas dari segala jenis pengingatan kecuali mengingat Tuhan-Nya.terbebas dari segala kecendrungan nafsunya,kecuali hanya ke inginan untuk mencari keridhoan Tuhan nya, dan terbebas dari tuntutan diri akan segala sebab duniawi. Apabila tidak demikian , maka tindakan nya berkhalwat hanya akan melemparkan nya kedalam cobaan atau malapetaka.”

Berkata tuan Syeh A’rif Billah yang menjadi wali quthb pada masanya, ketika beliau memperbarui Mesjid Khalwat Syekh Thalhah bin Thalabuddin Kalisapu Cirebon :
“ Hakikat Khalwat adalah dzikir jahr, karena sang dzakir saat melakukan dzikir jahr tersebut ia memejamkan kedua matanya, mengangkat suaranya.”

 Hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah saw.yang merupakan suri tauladan yg baik dari beliau untuk kita semua :
“ Berdzikir dengan kalimat laa ilaaha illallah adalah dengan memejamkan mata dan meninggikan suara saat berdzikir.”

Oleh karena itu, orang yang sedang berdzikir jahr itu bahwa dia sedang berkholwat dan mengasingkan diri uzlah yang sebenarnya.

wallahu 'alam...


Read more

Saturday, June 8, 2019

METODE ROBITHOH BAGI SEORANG SALIK (orang yang sedang melakukan perjalanan Ruh menuju Allah)



METODE ROBITHOH BAGI SEORANG SALIK (orang yang sedang melakukan perjalanan Ruh menuju Allah)

Rabithoh juga berarti wasilah atau wasithoh, yaitu perantara. Walaupun kedua lafadz ini berbeda tetapi pengertian nya satu, yaitu perantara. Lafadz seperti ini dalam istilah Arab disebut dengan Lapadz yang memiliki makna isytirok.

Secara Terminologi , robithoh berarti seorang salikmembayangkan rupa gurunya dalam pikirannya atau dalam hatinya, atau membayangkan rupa gurunya bahwa itu adalah rupa gurunya.
Apabila robithoh ini telah mendominasi dalam jiwa seorang salik , maka dia akan mampu melihat rupa gurunya dalam segala sesuatu. Ahli tharekat menyebut hal ini dengan fana’fis syaikh (peleburan diri dalam diri syekhnya).

Oleh karena itu, metode robithoh ini merupakan suatu metode yg terdekat untuk sampai kepada Allah (fana’fillah), yang merupakan sumber munculnya keanehan-keanehan dan keganjilan – keganjilan . karena denasgn dzikir saja ,tanpa robithoh dan tanpa lebur dalam diri syekh , ini tidak akan tersampaikan. Adapun bila hanya robithoh saja dan disertai dengan memelihara etika persahabatan , maka hal ini sudah cukup untuk sampai kepadanya.
Rasulullah s.a.w bersabda :
“ Mengingat para nabi itu bagian dari pada ibadah, mengingat orang sholeh itu menghapus dosa, mengingat mati merupakan shodakoh , dan mengingat kubur dapat mendekatkan kamu kepada syurga.” (HR.Ad-Dilami,dari Mu’adz).
 

Hadits diatas termasuk kedalam kategori hadits Robithoh, karena dzikir merupakan bagian dari keadaan hati , dan hati bila sedang (dzikir) dia akan terbang kepada objek ingatnya dan bahkan ia Bersama-sama dengan yg di ingatnya. Maka , bila hati mengingat para anabi, dengan segera ingatan nya itu akan terbang kepada mereka. Bila hati mengingat orang-orang sholeh, maka dengan segera ingatn nya akan terbang kepada orang sholeh yang di ingatnya didalam hatinya. Tegasnya , kepada apa saja hati mengingat , maka dengan segera ingatannya tersebut akan terbang kepada apa yang di ingatnya. Terlebih lagi apabila hati sedang mengingat Allah, makai a akan terbang kepada Nya dan bersamanya.
Firman Allah dalam Hadits Qudsi :
“ Aku bersamanya bila dia mengingat-Ku.” (HR.Bukhari)



Seorang syekh mursyid yang kamil mukammil  akan mendatangi muridnya bila muridnya  tersebut meminta pertolongan nya. Walaupun muridnya itu sedang berada di timur. Maka, firasatnya yang menunjuki , pedangnya yang terhunus , tombaknya yang tertancap , busurnya yang terikat, anak panahnya yg terkena, kendaraannya yg tinggi, bila muridnya tersebut mengingat syekh nya di dalam hatinya, maka ia akan segera menuju kepada muridnya itu. Seorang murid tidak akan bisa meminta pertolongan syekh nya kecuali dengan cara mengingat syekh nya itu sendiri.

 Oleh karena itu, bila murid mengingat syekh nya dalam keadaan butuh pertolongan syekhnya atau tidak , maka syekhnya akan mengetahui maksud dari muridnya itu.
Rasulullah bersabda :
“ hati-hatilah kamu terhadap firasat nya orang mu;min , karena sesungguhnya dia melihat dengan nur Allah.” ( HR.Bukhari)
Hubungan antara syekh dan murid nya itu tidak bisa di ukur dengan jarak. Dekatnya bukan lah di ukur dengan dekat ukuran jarak, begitu pula jauhnya bukan di ukur dengan jauhnya jarak. Karena sesungguhnya kedekatan disini adalah kedekatan hati, begitu pula jauhnya adalah dikarenakan jauhnya hati antara murid dengan syekh nya.

Dalam kitab Khazinatul Asror dikutip sebuah hadits yang ber bunyi :
“ Hendaklah kamu beserta Allah , jika belum mampu besrta Allah, dekatlah Bersama orang yang beserta Allah, karena sesungguhnya mereka akan menyampaikanmu kepada Allah”.
Wallahu a’lam semoga bermanfaat…aamiinn


Read more

Monday, June 3, 2019

Perbedaan antara Saa-iriin ( SALIK) Dan Waashilin (Wusul)


Saa-iriin Dan Waashilin

Istilah  Saa-iriin  yaitu orang-orang yang sedang menempuh perjalanan menuju Allah , atau bisa disebut juga Saalik.
 Istilah kedua Waashiliin  yaitu orang – orang yang sudah sampai kepada Allah.

Allah melindungi saairiin dan waashiliin dari melihat amal-amal mereka, dengan kata lain mereka tidak pernah menganggap amal-amal mereka sebagai sesuatu yang pantas dibanggakan,pengakuan yang keluar dari mereka adalah tetap saja belum punya amal. 

Ketika imam Hanafi mendengar bacaan Faman ya’mal mitsqoola dzarrotin khoiron yarohu (QS.Azzalzalah : 7), beliau langsung demam selama 3 hari, saking merasa bahwa selama ini ia belum punya amal yang layak dihadapkan kepada Allah.

Pengakuan Saa-iriin belum punya Amal, bukan karena tidak mensyukuri nikmat telah bisa beramal,tapi disebabkan karena mereka merasa belum bisa beradab yang baik dihadapan Allah,amal-amal yang telah dilakukan masih sedikit dan banyak kekurangan,belum layak untuk dihadapkan kepda Allah, tidak sebanding dengan nikmat yang allah telah berikan.

Jangankan dibandingkan dengan kemuliaan dan ke agungan allah,dibandingkan dengan para guru saja kita masih kalah jauh,dalam kekhusyuan wudu belum seperti aang nuh Gentur, keapikan bacaan Al-Quran belum seperti Mama Junaidi,Dzikir Tarekat belum seperti pangersa Abah Anom,kedalaman tauhid belum seperti pangersa Uwa Khoer Affandi manonjaya, Kwalitas kecerdasan belum seperti Mama Ilyas Cipasung, kebijaksanaan dan kejujuran mengajar santri belum seperti Mama Ciharashas.

Ini salah satu cara agar kita tidak ujub dan sombong dengan amal yg telah diperbuat . 
Mulyakan para Guru, kalau anda punya Guru 10, jangan ada satupun yang anda Depak. Mencintai satu guru dan menafikan guru lain,maka barokah Allah untuk anda tidak akan turun melalui satu guru yang anda cintai saja.

Wallahu a'lam...
Read more

Sunday, June 2, 2019

Pembahasan wusul versi KH.Zezen ZA Bazul Asyhab



WUSUL KEPADA ALLAH

Jika kamu merasa tidak akan sampai (wusul) kepada Allah kecuali harus sudah habis semua kejelekan mu dan terhapusnya segala dakwaanmu maka kamu selama-lamanya tidak akan pernah sampai (wusul) karena sampai mati tidak akan pernah lepas dari dosa, tetapi kalau Allah yang berkehendak menjemput kamu (membuatmu wusul), maka Allah yang akan menghapus dan menutupi sipat jelekmu diganti dengan sifatNya. Maka wusulnya engkau kepadaNya itu adalah dengan jemputan Allah bukan dengan kesungguhanmu dalam menghilangkan sifat burukmu.

Kita buat sebuah ilustrasi ;  juragan Asep punya pekerja 2 orang,Ujang Dan Agus.  Pada satu malam jam 3 pagi Asep memanggil kedua pembantunya untuk mengambil gelang istrinya yang jatuh dikolam. Yang pertama diperintah turun Ujang, tapi karena malas dengan alasan dingin Ujang bilang “ juragan gelang itu susah ketemu nya karena Air nya dalem dan juga dingin,  nanti kalo airnya sudah surut dan enggak dingin saya baru mau mencarinya”.  Hingga akhirnya ujang kabur.
Dan pada akhirnya asep memerintah Agus untuk mencari gelang karena Agus itu pembantu paling nurut, diperintah apapun dan kapanpun pasti melakukan.  Akhirnya turunlah agus mencari gelang,setelah 15 menitmenyelam dikolam Ujang naik dan bilang “ Maaf juragan gelangnya sulit ditemukan sepertinya kola mini harus dikuras dulu airnya,  boleh tidak kola mini saya kuras dulu?.”
Asep : “ oh begitu,ya kalau mesti dikuras ya kuras saja yang penting gelangnya ketemu.”
Setelah diberi izin dikuraslah kolam oleh Agus dan gelangdicari ditemukan dan diserahkan pada juragan Asep dengan kondisi menggigil karena kedinginan sampai juragan Asep bertanya “ Agus kedinginan ya kamu ?”, ini pakai jubah saya supaya kamu tidak kedinginan .” jadi ditemukan nya gelang yang dicari oleh Agus itu hasil kerja Asep karena dia yang mengizinkan kolam untuk dikuras oleh Agus.

Nah begitu juga kita selaku hambaNya , kita tidak akan pernah wusul (sampai ) kepada Allah jika menunggu nunggu habisnya sifat jelek dan buruk kita ,sampainya kita kepada Allah itu bergantung pada jemputan dari  Allah, jemputan dari Allah tidak tidak akan pernah datang kalau kita tidak sungguh sunguh memperjuangkan jemputan dari Allah.

 semoga bermanfaat...
Read more